Aipda Andik Tidak Hanya Berkata, Ia Mencontohkan: Siswa Brimob Belajar Pelayanan Humanis di Nganjuk


Buku panduan pelayanan polisi memang tebal, tetapi contoh nyata dari seorang senior di lapangan jauh lebih berbekas. Di Polres Nganjuk, Rabu (6/5/2026), Aipda Andik menjadi guru dadakan bagi para siswa Latihan Kerja Bintara Brimob. Dalam program Polantas Menyapa, ia tidak memberikan ceramah panjang, tetapi langsung terjun ke Satpas SIM dan memperagakan bagaimana seharusnya seorang polisi melayani pemohon ujian praktik dengan sentuhan manusiawi. Para siswa Latja hanya perlu melihat, merekam, dan kemudian meniru, sebuah metode pembelajaran yang efektif bagi calon anggota Polri.

Metode "belajar dengan mencontoh" seperti apa yang diterapkan? Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa Aipda Andik sengaja melakukan setiap tahapan pelayanan di depan mata para siswa. Mulai dari membungkukkan badan sedikit saat menyapa pemohon yang lebih tua, menggunakan bahasa Jawa halus untuk warga setempat, hingga menepuk punggung peserta yang berhasil melewati ujian sebagai bentuk apresiasi non-verbal. Para siswa Latja Brimob yang tadinya bingung bagaimana memulai interaksi, setelah melihat contoh langsung dari Aipda Andik, perlahan-lahan mulai berani mencoba dengan gayanya masing-masing.

Sesi yang paling mengesankan adalah ketika Aipda Andik menghadapi pemohon SIM yang datang dalam keadaan marah karena sudah gagal tiga kali. Alih-alih bersikap defensif, ia mendengarkan dengan sabar, meminta maaf atas pengalaman buruk sebelumnya, lalu menawarkan bimbingan ekstra sebelum ujian dimulai. Para siswa Latja tercengang melihat bagaimana kemarahan bisa luluh hanya dalam lima menit karena pendekatan yang rendah hati. Mereka belajar bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu berada di depan dengan suara lantang, tetapi bisa juga dengan ketenangan dan empati.

AKP Ivan Danara Oktavian menegaskan bahwa Aipda Andik telah menunjukkan esensi kepemimpinan sejati. "Kami ingin siswa Latja melihat bahwa menjadi polisi senior berarti memberi contoh, bukan hanya memberi perintah," ujarnya. Dengan Polantas Menyapa, para calon Brimob tidak hanya pulang membawa teknik melayani, tetapi juga filosofi tentang bagaimana seorang pemimpin harus turun ke lapangan, berbuat, dan menunjukkan bahwa pelayanan humanis bukan sekadar slogan, tetapi tindakan nyata di Satpas SIM setiap hari.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar