Bayangkan tanah yang keras, sinar matahari terbatas karena tertutup rimbunnya pohon hutan, dan air yang jauh dari jangkauan. Itulah tantangan yang dihadapi warga Dusun Tampang, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, ketika mulai menggarap lahan bahon Perhutani. Namun, pada Rabu (6/5/2026), Aiptu Gunawan dari Polsek Wilangan memantau sendiri bagaimana sistem tumpang sari mampu mengubah lahan marginal tersebut menjadi kebun jagung yang produktif. Ini adalah bukti bahwa keterbatasan alam bukan penghalang jika ada kemauan dan metode yang tepat.
Mengapa tumpang sari menjadi pilihan terbaik untuk lahan bahon yang cenderung kering? Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa dengan menanam jagung yang akarnya dalam bersama kacang-kacangan yang akarnya dangkal, tanah tidak hanya dimanfaatkan secara vertikal tetapi juga diperbaiki strukturnya. Tanaman pendek seperti kacang hijau mampu mengikat nitrogen dari udara, menyuburkan tanah secara alami tanpa pupuk kimia mahal. Warga pun belajar untuk tidak menyerah pada kondisi lahan, melainkan beradaptasi dan menemukan kelebihan tersembunyi dari setiap kekurangan.
Dalam pemantauan lapangan, Aiptu Gunawan menemukan bahwa warga sudah mulai menerapkan teknik mulsa jerami untuk menjaga kelembaban tanah di musim kemarau. Ia juga mencatat kebutuhan sumur bor atau pompa air sederhana yang bisa dijangkau dengan biaya murah. Dialog rutin antara polisi dan petani menghasilkan inovasi-inovasi kecil yang dampaknya besar: misalnya memilih varietas jagung tahan kering atau mengatur jarak tanam agar tidak terlalu rapat sehingga sinar matahari tetap bisa menyentuh tanaman pendek di bawahnya.
Kapolsek Wilangan AKP Muh. Fatoni menegaskan bahwa adaptasi adalah kunci keberhasilan di lahan marginal. "Kami ingin anggota menjadi teman diskusi yang membantu warga menemukan solusi dari setiap kendala alam," ujarnya. Dengan tumpang sari, lahan bahon yang dulu dianggap tidak bernilai kini menjadi ladang panen yang andal. Warga Wilangan telah membuktikan: tanah kering sekalipun bisa basah oleh keringat dan hasil panen, asalkan dikelola dengan sistem yang ramah lingkungan dan penuh kesabaran.(Avs)

0 Komentar