Desember Panas Terik? April Hujan Lebat? Tenang, Sayuran Getas Tetap Panen


Perubahan iklim membuat pola tanam tradisional sulit diprediksi. Namun warga Desa Getas menemukan jawabannya melalui greenhouse sederhana di pekarangan rumah. Didampingi Bhabinkamtibmas BRIPKA Moch. Muhajir dari Polsek Warujayeng, mereka belajar menyiasati cuaca ekstrem dengan struktur murah yang mampu mengurangi dampak langsung hujan deras atau terik matahari. Pada Senin (11/5/2026), Muhajir melakukan pemantauan rutin terhadap lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang kini menjadi percontohan bagi desa tetangga.

Ajaibnya, tanaman yang dilindungi greenhouse tetap segar meskipun di luar hujan mengguyur dua hari berturut-turut. Tanah di dalam greenhouse tidak becek, daun tidak rusak karena tekanan air hujan. Sebaliknya saat kemarau, greenhouse memerangkap kelembapan hingga siang hari sehingga akar tanaman tidak cepat kering. Warga Getas menanam kacang panjang, mentimun, dan pare dengan sistem rambatan di dalam greenhouse. Panen bisa dilakukan lebih awal dibandingkan tanaman sejenis di lahan terbuka. Fakta ini membuat warga lain di sekitar mulai bertanya-tanya bagaimana cara membuat greenhouse sendiri.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa ketahanan pangan yang adaptif terhadap iklim adalah kebutuhan mendesak. Program P2B yang dilengkapi greenhouse sederhana adalah langkah strategis. Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa keberhasilan warga Getas harus segera direplikasi. Karena itu, Polsek Warujayeng berencana menggelar demo pembuatan greenhouse murah di balai desa. Semua kalangan, dari ibu rumah tangga hingga lansia, diundang belajar. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan cuaca sebagai penghalang untuk berkebun di rumah.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar