Di Balik Jeruji Besi, AA dan SR Tetap Menikah: Polresta Sidoarjo Jadi Saksi Bahagia


Suasana haru menyelimuti Masjid Al Ikhlas Polresta Sidoarjo, Jumat (29/5/2026). Bukan karena ada penghuni baru, melainkan karena seorang tahanan bernama AA resmi mempersunting kekasihnya, SR. Di tengah keterbatasan sebagai orang yang menjalani proses hukum, AA tetap diberikan haknya oleh negara. Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dengan pendampingan petugas KUA, keluarga kedua mempelai, serta aparat kepolisian yang bersiaga. Wajah AA tampak berbinar, sesekali ia menyeka air mata haru karena mimpinya untuk menikah akhirnya terwujud meski di dalam tahanan.

Kasat Tahti Polresta Sidoarjo AKP Triarso menegaskan bahwa tahanan punya hak asasi yang tidak bisa dicabut begitu saja, termasuk hak untuk melangsungkan pernikahan. “Tahanan punya hak, salah satunya menikah. Jadi kita kasih kesempatan,” ujarnya. Polresta Sidoarjo tidak hanya mengizinkan, tetapi juga memfasilitasi dan mengawal penuh prosesi akad nikah. Mulai dari koordinasi dengan KUA, penyediaan lokasi di masjid internal polresta, hingga pengamanan ketat selama acara berlangsung. Semua dilakukan agar AA dan SR bisa menikmati momen sakral tanpa khawatir akan gangguan keamanan.

AA, sang mempelai pria, mengungkapkan rasa syukur yang tak terkira. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan terharu karena masih diberikan kesempatan untuk menikah. Terima kasih kepada Polresta Sidoarjo yang telah memfasilitasi dan memberikan izin sehingga akad nikah ini dapat berjalan lancar,” ucapnya usai akad. Dari balik jeruji, ia tetap bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar, didampingi keluarga dan kekasih pilihannya. Momentum ini menjadi bukti bahwa status tahanan tidak menghilangkan sisi kemanusiaan dan kebahagiaan seseorang.

Polresta Sidoarjo melalui Kasat Tahti juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan pengawasan dan pengamanan ketat. Koordinasi dengan keluarga, KUA, dan pihak terkait dilakukan agar tidak ada kendala teknis maupun hukum. Dari kisah AA dan SR, kita belajar bahwa di tengah keterbatasan sekalipun, cinta dan hak asasi manusia tetap bisa dirayakan. Polresta Sidoarjo tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memfasilitasi kebahagiaan. Sebuah pelayanan publik yang humanis dan membumi.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar