Di Kelurahan Tanjunganom, Nganjuk, barang yang sering dianggap sampah justru disulap menjadi ladang produktif oleh warga setempat dengan pendampingan aktif dari Bhabinkamtibmas AIPTU Saktian Suryani. Pada Selasa (26/5/2026), ia memantau langsung pemanfaatan galon air mineral bekas yang diisi tanah dan ditanami cabai sebagai bagian dari program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Inovasi ini tidak hanya mengatasi keterbatasan lahan, tetapi juga mengubah barang bekas bernilai nol menjadi media tanam yang fungsional dan ramah lingkungan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa langkah kreatif seperti ini adalah contoh nyata bagaimana Polri mendorong kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga paling sederhana.
AIPTU Saktian Suryani tidak hanya sekadar melihat dari kejauhan, tetapi terjun langsung melakukan monitoring perkembangan tanaman cabai milik warga binaannya. Ia berdialog intensif dengan warga tentang teknik perawatan yang tepat, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama pada tanaman yang tumbuh di media galon bekas. Menurutnya, tanaman cabai dipilih karena merupakan kebutuhan pokok hampir setiap dapur rumah tangga Indonesia, sehingga memiliki nilai konsumsi tinggi dan potensi ekonomi yang nyata. Jika panen melimpah, warga tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga menjual ke tetangga atau pasar kecil sekitar untuk menambah penghasilan keluarga.
Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi yang digerakkan oleh Bhabinkamtibmasnya. Ia berharap bahwa kreativitas memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam ini dapat menjadi contoh positif bagi warga lain yang memiliki lahan pekarangan terbatas. Dengan cara ini, setiap keluarga bisa memiliki kebun mini di halaman rumah tanpa perlu membeli pot mahal atau menyediakan lahan luas. Polsek Warujayeng pun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan anggota yang aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam program Pekarangan Pangan Bergizi.
Melalui pemantauan rutin, AIPTU Saktian Suryani juga menyarankan agar warga melakukan peremajaan tanaman secara berkala dan berupaya memenuhi kebutuhan bibit cabai yang berkualitas. Hal ini penting untuk menjaga produktivitas kebun galon bekas agar tidak hanya berbuah sekali tetapi terus berkelanjutan sepanjang musim. Polres Nganjuk berharap kegiatan di Tanjunganom ini dapat direplikasi di kelurahan dan desa lain, sehingga gerakan ketahanan pangan nasional benar-benar tumbuh dari akar rumput. Pada akhirnya, kebiasaan memanfaatkan barang bekas dan lahan sempit akan menjadi budaya produktif yang memperkuat ekonomi keluarga secara mandiri.(Avs)

0 Komentar