Nganjuk- Di sebuah sudut Kecamatan Prambon, tiga komoditas berbeda hidup berdampingan dalam harmoni produktif, menciptakan siklus ekonomi yang menguntungkan bagi puluhan keluarga. Brigadir Anjar, Bhabinkamtibmas Desa Sugihwaras, menyaksikan langsung bagaimana kambing, ikan air tawar, dan jeruk lemon tumbuh bersama dalam satu lahan terbatas, membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah halangan untuk berkreasi. Program P2B terpadu ini menjadi bukti bahwa sinergi antara peternakan, perikanan, dan perkebunan mampu menghasilkan ketahanan pangan yang tangguh, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi warga binaannya.
Setiap komoditas dalam sistem ini memiliki peran strategis yang saling melengkapi. Kambing menyediakan daging dan pupuk organik, ikan menjadi sumber protein hewani yang mudah dipanen, sementara jeruk lemon menawarkan buah bernilai jual tinggi dengan permintaan pasar yang stabil. Dalam pemantauannya, Brigadir Anjar menemukan bahwa warga yang menerapkan sistem terpadu ini mengalami peningkatan pendapatan rata-rata dibandingkan mereka yang hanya fokus pada satu jenis usaha. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menilai pendekatan ini sejalan dengan visi ketahanan pangan nasional yang mengedepankan keberlanjutan dan kemandirian.
Tantangan teknis seperti pengelolaan limbah ternak dan pengendalian hama tetap ada, namun pendampingan intensif dari Bhabinkamtibmas membantu warga mengatasinya secara bertahap. AKP Afrizal Akbar Haris, Kapolsek Prambon, menegaskan bahwa kesuksesan program ini membutuhkan konsistensi dan kolaborasi antara semua pihak. Melalui monitoring berkala dan dialog terbuka, Polri memastikan bahwa P2B bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan nyata yang mengakar di masyarakat.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar