Sabtu pagi itu, personel Polres Nganjuk tidak berseragam lengkap dengan atribut kebesaran, melainkan dengan kaos santai dan tangan yang siap memegang sapu dan kain lap. Mereka menyebar ke lima lokasi yang mewakili keberagaman agama di Nganjuk: Klenteng Hok Yoe Kiong untuk Konghucu, Masjid LDII untuk Islam, Gereja ST. Hubertus untuk Kristen, Monumen Ngadiboyo untuk lintas kepercayaan, dan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis untuk Hindu. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini adalah simbol dari komitmen Polri yang tidak pilih kasih dalam melayani masyarakat. Baginya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 adalah momen tepat untuk menegaskan bahwa Polri adalah milik semua warga negara.
Kapolres menambahkan bahwa kegiatan Bakti Religi ini juga menjadi sarana edukasi bagi personel tentang keberagaman budaya dan tradisi keagamaan yang ada di wilayah mereka. Ia mencontohkan bahwa di Pura, anggota polisi belajar tentang makna canang dan cara menghormati tempat suci Hindu, sementara di Klenteng mereka memahami tata cara persembahyangan yang khas. Pengetahuan ini, menurut Kapolres, sangat berharga bagi polisi dalam menjalankan tugas pengamanan di berbagai acara keagamaan. Dengan memahami latar belakang budaya masyarakat, polisi dapat bertindak lebih bijaksana dan menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu.
Sementara itu, di Gereja ST. Hubertus, personel Polsek Kertosono tidak hanya membersihkan ruang ibadah, tetapi juga membantu merapikan taman gereja yang selama ini kurang terawat. Pendeta setempat mengaku terkesan dengan inisiatif polisi yang datang tanpa diminta dan bekerja dengan penuh semangat. Ia mengatakan bahwa kehadiran polisi di gereja memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat, terutama di tengah isu-isu intoleransi yang kadang muncul di media sosial. Kapolsek Kertosono berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat memperkuat citra Polri sebagai pelindung yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Di penghujung kegiatan, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam Bakti Religi ini. Ia mengatakan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk bekerja sama dan saling peduli, justru menjadi kekayaan yang harus disyukuri. Para pengurus tempat ibadah yang hadir pun menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa terus digelar, tidak hanya saat ada peringatan besar. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, Polres Nganjuk optimis bahwa kerukunan umat beragama di kabupaten ini akan semakin kokoh dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar