80 Anak Yatim D Santuni, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial ke Taruna Akpol


Semarang- Di tengah rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Masjid As Syuhada Akademi Kepolisian menjadi saksi penanaman nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi penerus Polri. Jumat (10/7), Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin kegiatan Jumat Berkah dengan menyerahkan santunan kepada 80 anak yatim dan dhuafa dari Yayasan Nurul Qur'an Penggaron Lor dan Yayasan Roudhul Qur'an Kauman Semarang. Momen ini menjadi pelajaran berharga bagi ratusan taruna Akpol yang hadir, bahwa menjadi seorang Bhayangkara tidak hanya tentang ketangguhan fisik dan kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.


Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah, Wakapolri menyerahkan santunan di hadapan para taruna sebagai bentuk keteladanan nyata. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa adalah bagian tak terpisahkan dari pengabdian seorang anggota Polri. "Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang dan kepedulian. Menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa adalah bagian dari pengabdian yang harus dimulai dari keteladanan," ujar Wakapolri dengan penuh makna.


Pembina Masjid As Syuhada Akpol, Rochmad, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keteladanan yang ditunjukkan Wakapolri. Ia berharap semangat berbagi ini terus menjadi budaya di lingkungan Polri, mengingat nilai-nilai kemanusiaan adalah fondasi dari pengabdian yang tulus. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rochmad Fauzi, memohon keberkahan bagi anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan seluruh keluarga besar Polri agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.


Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, Polri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi penerus. Keteladanan yang ditunjukkan pimpinan diharapkan menjadi budaya yang terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian, karena seorang polisi sejati adalah mereka yang mampu menyeimbangkan ketegasan dengan kasih sayang, dan profesionalisme dengan kepedulian sosial.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar