Nganjuk- Kebersihan saluran irigasi menjadi perhatian utama Bhabinkamtibmas Desa Pule, Aipda Atin, saat melaksanakan pemantauan ketersediaan air pada Minggu (12/7/2026) sesuai arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Bhabinkamtibmas menemukan bahwa beberapa titik saluran mengalami penyumbatan akibat sampah dan endapan lumpur yang menghambat aliran air ke lahan persawahan. Ia segera mengajak para petani untuk bergotong royong membersihkan saluran irigasi agar air dapat mengalir lancar dan sampai ke sawah-sawah yang membutuhkan.
Kapolres Nganjuk menekankan bahwa pemeliharaan saluran irigasi adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara rutin untuk mencegah penyumbatan yang dapat mengganggu distribusi air. Melalui pendampingan Polri, petani diingatkan untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan secara berkala melakukan pengerukan lumpur agar aliran air tetap lancar. Aipda Atin dalam kunjungannya berdialog dengan petani tentang jadwal pembersihan saluran yang dapat dilakukan secara bergiliran agar beban kerja tidak terlalu berat.
Kapolsek Jatikalen AKP Yoni Susilo menambahkan bahwa saluran irigasi yang terawat dengan baik akan memastikan air sampai ke setiap lahan secara merata, sehingga tidak ada petani yang dirugikan karena kekurangan air. Dengan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan saluran, konflik antar petani akibat perebutan air dapat diminimalkan. Pendampingan Polri melalui Bhabinkamtibmas menjadi katalis bagi terbentuknya budaya gotong royong dalam pemeliharaan infrastruktur pertanian.
Desa Pule diharapkan menjadi desa yang disiplin dalam memelihara saluran irigasi, sehingga ketersediaan air tetap terjaga sepanjang musim tanam. Dengan saluran yang bersih dan lancar, air dapat mengalir dengan optimal dan memenuhi kebutuhan setiap petani tanpa terkendala penyumbatan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa perawatan infrastruktur pertanian yang sederhana namun konsisten dapat memberikan dampak besar bagi produktivitas dan ketahanan pangan nasional.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar