Jagung Bicara: Menyimak Bisikan Tanaman dari Lahan Binaan Polsek Baron


Nganjuk- Setiap helai daun jagung yang merekah menyimpan cerita tentang perjuangan petani dan harapan akan kemakmuran, dan di Desa Sambiroto, Aipda Tatang A. menjadi pendengar setia bisikan itu. Bertindak atas arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Bhabinkamtibmas ini menyusuri lahan jagung muda dengan penuh perhatian, mencatat semua tanda yang muncul agar tidak ada satu pun gejala aneh yang terlewat. Kepekaannya terhadap kondisi tanaman menjadi garda terdepan dalam mencegah kegagalan panen yang kerap menghantui para petani kecil.


Nganjuk- Fokus pemantauan meliputi tiga pilar utama pertumbuhan tanaman, yaitu ketersediaan air yang cukup, pasokan pupuk yang seimbang, serta perlindungan dari organisme pengganggu yang sering menyerang tanaman usia belia. Dengan pendekatan manusiawi, Aipda Tatang tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga belajar dari kearifan lokal petani yang telah puluhan tahun bergelut dengan lahan, menciptakan sinergi antara pengetahuan tradisional dan kebijakan modern dari kepolisian.


Nganjuk- Suasana kekeluargaan terasa kental saat Bhabinkamtibmas dan para petani duduk bersama di pinggir ladang, membahas jadwal pemupukan susulan dan strategi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat. Dari perbincangan santai itu lahir kesepakatan untuk membentuk jadwal giliran pengairan yang lebih adil, sehingga semua lahan mendapatkan porsi air yang merata tanpa ada yang dirugikan.


Nganjuk- Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menyatakan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai fasilitator pertanian akan terus diperkuat dengan pelatihan-pelatihan dasar agronomi agar pendampingan lebih profesional. Ia optimis bahwa kebersamaan antara polisi dan masyarakat dalam merawat jagung ini adalah cermin ketahanan pangan sejati, di mana setiap orang punya tanggung jawab untuk menjaga lumbung pangan tetap berlimpah.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar