Lahan Sela Bukan Sampah: Labu Air Jadi Bukti Nyata Ketahanan Pangan ala Bhabinkamtibmas Sonopatik


Nganjuk- Selama bertahun-tahun, lahan sela di Desa Sonopatik hanya dianggap sebagai tanah sisa yang tidak berguna, seringkali ditumbuhi rumput liar dan menjadi sarang tikus, namun kini semua berubah drastis berkat keberanian Aipda Agus H. untuk memulai revolusi hijau. Bhabinkamtibmas Polsek Berbek ini mengimplementasikan arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dengan mengajak warga memanfaatkan setiap celah lahan yang tersedia untuk budidaya labu air, komoditas sayuran yang kaya manfaat dan mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah. Perlahan namun pasti, sulur-sulur hijau labu air mulai menjalar dan mengubah wajah desa menjadi lebih asri dan produktif.


Nganjuk- Keunggulan labu air sebagai tanaman lahan sela terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan lahan kering maupun basah, serta masa panen yang relatif singkat sekitar 60 hari setelah tanam, sehingga warga bisa mendapatkan hasil dengan cepat. Aipda Agus memberikan pendampingan teknis yang komprehensif, mulai dari pengolahan tanah yang benar, pembuatan lubang tanam dengan jarak ideal, hingga pemasangan rambatan dari bambu atau kayu agar buah labu tidak menyentuh tanah dan terhindar dari serangan jamur. Kapolres Nganjuk menilai bahwa inovasi ini patut dicontoh oleh desa-desa lain karena mampu meningkatkan produktivitas lahan tanpa biaya besar.


Nganjuk- Suasana keakraban terasa saat Bhabinkamtibmas dan warga berkumpul di salah satu lahan sela yang sudah panen perdana, menikmati sayur labu air segar yang dimasak sederhana sambil berdiskusi tentang rencana pengembangan ke depan. Dari pertemuan ini muncul gagasan untuk membuat peta potensi lahan sela di seluruh Desa Sonopatik, sehingga tidak ada satu pun tanah kosong yang terlewat untuk ditanami labu air atau komoditas lainnya. Warga yang sebelumnya pesimis kini mulai berbondong-bondong menanami lahan mereka, termotivasi oleh keberhasilan tetangga yang sudah menikmati hasil panen.


Nganjuk- Kapolsek Berbek AKP Darminto menyampaikan rasa optimisnya bahwa program pemanfaatan lahan sela akan membawa perubahan besar bagi ketahanan pangan Desa Sonopatik, dan pihaknya akan terus mendampingi masyarakat hingga program ini berjalan mandiri. Pihaknya berharap ke depan, labu air tidak hanya dikonsumsi segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti manisan, keripik, atau jus, yang dapat membuka lapangan kerja baru bagi ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar