Manggarai Timur- Di tengah puing dan kepanikan pascagempa, setiap nyawa adalah prioritas. Kamis
(20/8/2026) pagi, 10 personel Korbrimob Polri BKO Polda NTT yang dipimpin Ipda Alfonsius Anselmus bergerak cepat di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Mereka melakukan evakuasi korban menuju Posko Kesehatan Pengungsian, bekerja bahu-membahu dengan Basarnas untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera mendapatkan pertolongan. Di tengah medan yang masih rawan, personel Brimob dengan sigap mengangkut korban, menunjukkan bahwa kehadiran Polri adalah harapan bagi mereka yang terluka dan ketakutan.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa evakuasi adalah salah satu prioritas utama dalam operasi kemanusiaan ini. "Personel Korbrimob terus bergerak di titik-titik terdampak, memastikan korban segera dievakuasi dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ujarnya. Di Desa Damer, personel Brimob bersama Basarnas melakukan evakuasi dengan alat seadanya namun penuh kehati-hatian, karena setiap korban yang selamat adalah kemenangan kecil di tengah bencana besar yang menimpa NTT.
Selain evakuasi, dukungan juga diberikan di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Dua personel TIK Mako Korbrimob memasang Starlink dan Wontect untuk memastikan akses komunikasi dan listrik bagi pengungsi dan relawan. Di posko yang sama, lima personel yang dipimpin AKP Roy Ronaldo Dansu melakukan pendataan dan penyaluran bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan dasar bagi batita dan balita.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara Korbrimob, Basarnas, dan relawan, Polri memastikan bahwa evakuasi, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar berjalan beriringan. Di hari keempat pascagempa, personel Brimob tetap bergerak tanpa lelah, karena setiap korban yang dievakuasi adalah harapan yang terus dijaga untuk masa depan yang lebih baik.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar