Nganjuk- Kecerdasan buatan sering dianggap sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia. Tim Trainer TOT Paham AI Polres Nganjuk hadir di SMAN 3 Nganjuk, Kamis (20/8/2026), untuk mengubah pola pikir tersebut. Mereka menekankan bahwa AI adalah alat, bukan pesaing, yang dapat membantu manusia bekerja lebih efektif dan kreatif. Sekitar 50 siswa yang hadir diajak untuk melihat AI sebagai mitra kolaboratif yang dapat memperluas kemampuan mereka, bukan sebagai mesin yang akan mengambil alih pekerjaan. "Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja," ujar Tim Trainer.
Siswa-siswa yang awalnya mungkin was-was terhadap teknologi AI mulai terbuka dan penasaran dengan berbagai contoh pemanfaatan yang diberikan. Mereka menyadari bahwa AI dapat membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari menyelesaikan tugas sekolah hingga mengembangkan kreativitas. Salah seorang siswa mengaku, "Kami jadi lebih tahu bahwa AI bukan hanya untuk mencari jawaban, tetapi juga bisa membantu membuat ide, belajar lebih efektif, dan mengembangkan kreativitas." Perubahan pola pikir ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Tim Trainer juga mengingatkan bahwa manusia tetap memiliki keunggulan dibandingkan AI dalam hal empati, intuisi, dan kreativitas orisinal. Mereka mendorong siswa untuk tidak takut pada teknologi, tetapi justru memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas diri. "Gunakan AI sebagai partner untuk membantu proses belajar dan berkarya, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir," pesan Tim Trainer, memberikan perspektif yang seimbang tentang hubungan antara manusia dan teknologi.
Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berhasil mengubah rasa takut menjadi rasa ingin tahu, membuka pintu bagi generasi muda untuk mengeksplorasi teknologi dengan sikap yang positif dan proaktif. Dengan pemahaman yang benar, AI tidak lagi menjadi momok, tetapi menjadi alat yang memberdayakan.(Avs)

0 Komentar