Bhabinkamtibmas Ngasem Temukan Inspirasi, Polybag Jadi Solusi Lahan Sempit di Era Modern


Nganjuk- Senin yang terik tak menyurutkan semangat Aiptu Yoga untuk terus menyusuri pemukiman Desa Ngasem, hingga matanya tertuju pada sederet polybag hijau yang tersusun rapi di halaman sebuah rumah sederhana. Di sanalah ia menemukan fakta mengejutkan bahwa lahan tak lebih dari dua meter persegi mampu menghasilkan sayuran segar setiap hari.


Aiptu Yoga langsung terlibat dalam obrolan panjang dengan pemilik kebun yang dengan sabar menjelaskan seluk-beluk menanam sayuran dalam polybag, dari pemilihan bibit unggul hingga cara mengatasi hama tanpa pestisida kimia. Ia mengakui bahwa pengalaman ini memberinya perspektif baru bahwa pertanian modern tak harus selalu identik dengan lahan luas dan teknologi mahal.


Ibu tersebut bercerita bahwa biaya untuk memulai kebunnya sangat terjangkau, dengan tanah yang dibeli dari bank sampah seharga Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per sak dan polybag yang bisa digunakan berkali-kali. Kesederhanaan metode ini justru menjadi nilai tambah karena hampir semua orang bisa mempraktikkannya tanpa perlu keahlian khusus.


Yang paling mengesankan bagi Aiptu Yoga adalah kedisiplinan sang ibu dalam merawat tanaman setiap hari, mulai dari mengecek kelembaban tanah, memberi nutrisi tambahan, hingga memangkas daun-daun yang mengganggu pertumbuhan. Ia menilai bahwa kunci utama dari keberhasilan ini adalah ketelatenan, bukan modal besar atau teknologi canggih.


Bhabinkamtibmas itu langsung memikirkan cara agar metode ini bisa direplikasi oleh puluhan keluarga lain di desanya yang memiliki lahan terbatas. Ia berencana mengajak perangkat desa dan penyuluh pertanian untuk membuat program percontohan kebun polybag di beberapa titik strategis.


Menjelang siang, Aiptu Yoga berpamitan dengan membawa segenggam sayuran segar hasil panen dan tekad bulat untuk menjadikan Ngasem sebagai desa percontohan pertanian lahan sempit. Ia yakin bahwa inspirasi dari satu ibu ini bisa mengguncang kebiasaan lama warga yang selama ini membiarkan pekarangannya kosong. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar