Bukan Ukuran Lahan, Tapi Kemauan: Blongko Tunjukkan Rahasia Sukses Bertanam Cabai


Nganjuk- Sabtu (8/8) menjadi kelas inspirasi terbuka di Desa Blongko ketika Aipda Aries berbagi panggung dengan para petani pekarangan yang berhasil membuktikan bahwa luas lahan bukanlah penentu utama keberhasilan bercocok tanam. Dalam kunjungannya yang merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Nganjuk, ia menemukan bahwa warga yang paling produktif justru mereka yang hanya memiliki pekarangan sempit tetapi penuh perhatian pada setiap detail perawatan tanamannya. Ia menyaksikan sendiri bagaimana cabai-cabai yang ditanam di bekas ember dan kaleng cat tumbuh lebih subur daripada yang ditanam di tanah terbuka sekalipun. Dari pengalaman ini, ia menarik kesimpulan bahwa kesuksesan bertanam ditentukan oleh ketekunan dan pengetahuan, bukan sekadar luasnya bidang tanah.


Berinteraksi dengan para petani pekarangan, Aipda Aries menggali berbagai strategi unik yang mereka terapkan, seperti jadwal penyiraman yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan penggunaan pupuk organik dari sisa dapur. Ia mencatat semua temuan ini sebagai bahan untuk disebarluaskan ke warga lain yang masih ragu memulai kebun sendiri. Ia juga memberi masukan tentang pentingnya rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan mencegah serangan hama yang spesifik pada cabai. Warga yang hadir merasa dihargai karena ilmu mereka diakui dan bahkan dianggap berharga oleh seorang aparat kepolisian.


Aipda Aries juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengingatkan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi bukanlah proyek musiman, melainkan gaya hidup berkelanjutan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia mengajak orang tua untuk melibatkan anak-anak dalam kegiatan berkebun, karena selain mengajarkan tanggung jawab, juga menanamkan kecintaan pada alam dan kemandirian sejak dini. Beberapa ibu rumah tangga mengaku bahwa anak-anak mereka kini lebih suka makan sayur karena bangga dengan hasil tanam sendiri, sebuah dampak positif yang tak terduga dari program ini. Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai setiap percakapan yang terjadi.


Menutup kunjungannya, Aipda Aries menyatakan keyakinannya bahwa Desa Blongko memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan ketahanan pangan berbasis pekarangan di Kabupaten Nganjuk. Ia berjanji akan mengoordinasikan dengan dinas pertanian untuk mengadakan pelatihan lanjutan tentang pengolahan hasil panen menjadi produk olahan bernilai tambah, seperti sambal dan cabai kering. Ia juga mengajak warga untuk berbagi hasil panen dengan tetangga yang belum memiliki kebun, menciptakan ekosistem saling mendukung yang kuat. Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, ia yakin Blongko akan menjadi desa yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan pangan ke depan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar