Jaga Pengajian di Tanjunganom, Polantas Nganjuk Sisipkan Nyelipkan Edukasi Lalu Lintas untuk Remaja


Rabu (29/4/2026), puluhan remaja yang mengikuti pengajian di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, tidak hanya pulang dengan hati yang lebih tenang setelah mendengar ayat-ayat suci. Mereka juga pulang dengan pengetahuan baru tentang keselamatan berlalu lintas, berkat anggota Satlantas Polres Nganjuk yang bertugas mengamankan acara. Melalui program Polantas Menyapa, para petugas menyisipkan materi singkat namun padat tentang pentingnya mematuhi rambu, menggunakan helm yang standar, serta konsekuensi hukum dari balapan liar di jalan desa. Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah cara penyampaiannya yang santai dan penuh canda, sehingga remaja tidak merasa digurui.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pendekatan humanis seperti ini adalah kunci untuk menjangkau generasi muda yang cenderung anti dengan pola-pola instruktif. Ia ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum yang tegas, tetapi juga sahabat masyarakat yang peduli pada keselamatan mereka. Kegiatan keagamaan seperti pengajian dipilih karena remaja hadir dalam situasi yang kondusif dan pikiran yang terbuka. Dengan menyampaikan pesan keselamatan di sela-sela acara yang sudah mereka sukai, diharapkan nilai-nilai tertib berlalu lintas dapat tertanam lebih dalam dan bertahan lebih lama.

Di lapangan, dialog hangat terjadi antara anggota Satlantas dan remaja. Beberapa anak mengaku sering berkendara tanpa SIM karena belum cukup umur, namun sudah nekat meminjam motor orang tua. Anggota polisi tidak langsung memarahi, tetapi menjelaskan risiko hukum dan keselamatan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa program Polantas Menyapa memang dirancang untuk menyasar komunitas-komunitas kecil, termasuk remaja masjid. Menurutnya, mereka adalah kelompok yang paling mungkin menjadi agen perubahan jika diberikan pemahaman yang benar, karena mereka memiliki pengaruh terhadap teman sebaya dan adik-adik kelasnya.

Satlantas Polres Nganjuk berharap, melalui kegiatan yang dilakukan di Masjid Nurul Huda ini, tercipta efek berantai kesadaran berlalu lintas di kalangan remaja Tanjunganom dan sekitarnya. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengendara yang patuh, tetapi juga pelopor yang mengingatkan jika melihat temannya melanggar. Dalam jangka panjang, budaya tertib lalu lintas yang dimulai dari masjid-masjid ini akan menyebar ke sekolah-sekolah dan lingkungan pergaulan. Polantas Nganjuk pun berkomitmen untuk tidak berhenti di satu masjid, tetapi akan terus mengunjungi masjid-masjid lain di seluruh Kabupaten Nganjuk, membawa misi keselamatan yang dibungkus dengan pendekatan keagamaan yang santun.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar