Selasa (14/4/2026) menjadi momentum refleksi besar bagi Divisi Humas Polri. Berkumpul di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis), mereka mendengar langsung dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bahwa saat ini kebohongan seringkali lebih viral daripada fakta. Satu unggahan hoaks bisa mendapat ribuan bagikan sebelum klarifikasi resmi terbit. Menghadapi realitas pahit ini, Humas Polri tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Mereka harus bergerak lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih terukur.
Wakapolri menjelaskan bahwa di era media sosial, algoritma tidak membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah. Yang penting adalah konten yang provokatif, sensasional, dan mudah dikonsumsi. Inilah yang membuat hoaks unggul dalam perburuan perhatian publik. Tanpa peran Humas yang kuat, masyarakat sangat rentan terpapar informasi menyesatkan yang bisa memicu kepanikan hingga konflik sosial. Humas Polri hadir untuk memutus rantai itu dengan menghadirkan kebenaran yang tidak kalah cepat dan tidak kalah menarik.
Untuk memenangkan perlombaan ini, Divhumas Polri telah mengembangkan sistem komunikasi modern berbasis big data dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan Humas Polri mendeteksi hoaks sejak dini, menganalisis potensi dampaknya, dan merespons dengan klarifikasi yang tepat sasaran. Bukan hanya setelah hoaks menyebar, tetapi bahkan sebelum ia berkembang luas. Kemampuan ini mengubah Humas Polri dari sekadar pemadam kebakaran menjadi petugas pemadam yang juga bisa mendeteksi api sebelum menyala.
Wakapolri menegaskan bahwa perang informasi di era digital adalah tantangan nyata yang harus dihadapi serius. Humas Polri memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas informasi publik. Dengan terus meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas, Humas Polri berkomitmen menjadi sumber informasi terpercaya. Saat kebohongan lebih viral dari fakta, Humas Polri tidak akan tinggal diam. Mereka bergerak cepat, bersenjatakan AI, dan berjuang untuk memastikan bahwa kebenaran pada akhirnya selalu sampai ke masyarakat.(Avs)

0 Komentar