Dari Lahan Sempit ke Meja Makan: Ketika Bhabinkamtibmas Jadi Motor Ketahanan Pangan Warga Duren


Nganjuk- Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang kerap diasosiasikan dengan penegakan hukum, Aipda Suratin memilih jalan berbeda: mencangkul tanah, memantau daun kacang panjang, dan bercengkeramah dengan warga di sela-sela tanaman terong. Senin (3/8/2026), ia kembali menyusuri Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Duren, bukan untuk mengawasi kejahatan, melainkan mengawasi tumbuhan yang kelak akan menjadi sayur di meja makan warganya.


Pekarangan yang selama ini hanya berisi rumput atau tanaman hias kini disulap menjadi lumbung hidup. Kacang panjang merambat di bambu, terong ungu mulai membesar di sela dedaunan—semuanya tumbuh dari semangat kolektif yang digerakkan oleh aparat kewilayahan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menilai langkah ini sederhana namun strategis, karena setiap rupiah yang tidak dikeluarkan untuk membeli sayur adalah rupiah yang bisa ditabung untuk kebutuhan lain.


Dialog hangat antara Aipda Suratin dan pemilik pekarangan menjadi pemandangan yang tak biasa di sore itu. Bukan hanya soal pupuk dan hama, tetapi juga tentang bagaimana merawat tanaman hingga panen bisa berlimpah dan mencukupi kebutuhan keluarga. Bhabinkamtibmas tak sekadar datang dan pergi; ia menjadi teman diskusi, bahkan motivator bagi warga agar pekarangan mereka tidak menganggur.


Dukungan penuh pun mengalir dari jajaran kepolisian, mulai dari Kapolres hingga Kapolsek Ngronggot AKP Totok Harianto. Mereka sepakat bahwa gerakan ini bukan proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan. Desa Duren kini menjadi salah satu titik kecil yang berharap menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk meniru langkah serupa, membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari satu pekarangan yang dikelola dengan cinta dan konsistensi.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar